en id

Berita

Siswa SD Mengenal Lebih Dekat Bandara T2 Juanda

11 Feb 2014

kembali ke list


Meski belum dibuka secara resmi, namun aktivitas di terminal 2 (T2) Bandara Internasional Juanda tidak kalah padat. Senin (10/2/2014) siang, ruang keberangkatan Terminal 2 Bandara Juanda kehadiran sekelompok pelajar SD Pembangunan Jaya 2, Gedangan, Sidoarjo. Mereka terlihat asyik menikmati areal yang belum resmi dioperasikan itu.

Setelah berkumpul di lobi, anak-anak yang berjumlah 150 orang itu dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama kelas 1 SD, kelompok kedua, dan ketiga, masing-masing kelas 2 dan kelas 3.

Begitu masuk di T2, mereka diajak ke areal meja check in. Kemudian ditunjukkan areal bagasi di ruang kedatangan, dan kemudian belajar tentang x-ray.

Yenny Kartikasari, salah satu dari Komite Sekolah SD Pembangunan Jaya, mengatakan, mereka memang sedang mengikuti belajar di lapangan. "Temanya tentang bandara. Dan untungnya ada terminal 2 yang baru, yang bisa dikunjungi anak-anak sambil belajar dengan nyaman," jelasnya.

Para pelajar sendiri terlihat antusias. Salah satunya, Amelia. Siswa kelas 2 SD ini mengaku dirinya sudah pernah datang ke bandara Juanda. "Pernah diajak mama dan papa, waktu pergi ke Jakarta. Tapi tidak pernah tahu kalau meja itu check in, mesin x-ray dan tempat bagasi tas yang berjalan. Hanya melihat saja. Kalau sekarang melihat dan dijelaskan," cerita Amelia.

Paling menarik bagi anak-anak itu adalah melihat mesin X-Ray. Terutama yang ditampilkan di monitor. "Monitornya bisa membuka tas dan menunjukkan isinya," komentar Robert, siswa kelas 3.
Kehadiran anak-anak itupun dipandu oleh Ari Ponang, petugas dari bagian Communication and Legal PT Angkasa Pura I cabang Bandara Internasional Juanda, dan Sri Ngadiani, Humas Proyek Pembangunan T2.

"Kami memang memberi kesempatan untuk anak-anak untuk menikmati T2 dulu sebagai bagian dari edukasi sebelum dioperasionalkan. Sehingga bisa memberi gambaran. Karena kalau operasional penuh, mungkin akan lebih sulit, karena sudah ramai penumpang dan aktivitas terminal lainnya," jelas wanita yang akrab disapa Dian itu.